SELAMAT DATANG DI PERPUSTAKAAN BADAN PENGUSAHAAN BATAM Perpustakaan Badan Pengusahaan Batam
Gunakan Scroll Mouse/Keyboard Untuk Mengscroll Halaman
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Februari 2014

Peluncuran Buku “Naik Haji di Masa Silam” dan “Kakawin Sumanasantaka”

28 Januari 2014, (Selasa). Sumber PNRI

Kekayaan intelektual bangsa Indonesia sangat beragam dan bernilai tinggi sehingga layak dan perlu untuk dikaji lebih mendalam. Oleh karena itu, Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan Ecole Francaise d’Extreme-Orient menyelenggarakan peluncuran Buku “Naik Haji di Masa Silam” dan “Kakawin Sumanasantaka” yang dilaksanakan di Auditorium Salemba pada hari Selasa (28/01). Acara peluncuran buku tersebut dihadiri oleh Pejabat Struktural dan Fungsional Perpustakaan Nasional, Pustakawan Utama Perpustakaan Nasional, Karyawan Perpustakaan Nasional, Prof. Sulistyo Basuki, Kalangan Akademisi, dan undangan lainnya.

Kepala Bidang Layanan Koleksi Khusus Dina Isyanti, sebagai Ketua Panitia menyampaikan laporannya bahwa Perpustakaan Nasional mengadakan Peluncuran Buku “Naik Haji di Masa Silam” dan “Kakawin Sumanasantaka” bertujuan mengungkap dan menyebarluaskan kekayaan budaya berupa pengetahuan yang terekam dalam naskah nusantara, sehingga diharapkan nantinya dapat memberikan wawasan bagi generasi masa kini.

Selasa, 28 Januari 2014

Perpusnas Luncurkan Web Seri Tokoh Perfilman Idris Sardi : Nasionalisme Ala Sang Maestro

16 Desember 2013, (Senin). sumber PNRI


Salemba, Jakarta—Jari-jari itu masih cekatan bermain pada papan jari alat musik kesukaannya. Tangan yang satunya lagi begitu piawai menggesek-gesek senar yang dibentangkan. Sesekali ia berhenti memainkan alat musiknya, dan berdendang mengikuti beberapa bait lagu yang diputar. Sebanyak empat lagu ia selesaikan dengan sempurna. Standing ovation lantas membahana di tiap sudut pentas. Tidak ada yang menyangsikan kehebatan violis Idris Sardi, salah satu yang terbaik di Indonesia.

Namun, bukan itu yang menjadi puncak dari penghargaannya. Hari itu, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) bersama Sinamatek Indonesia menasbihkan Idris Sardi sebagai Tokoh Perfilman Indonesia mengikuti jejak tokoh perfilman lain yang lebih dulu dibuatkan laman khusus masing-masing. Idris Sardi memang bukan dikenal sebagai aktor atau sutradara lawas Tanah Air. Alunan biola sang Maestro telah banyak menghiasi perfilman Nasional sebagai penata musik (ilustrator). Lebih dari 150 judul film menjadi bukti sahih kehebatan Mozart-nya Indonesia. Sepuluh penghargaan Citra diraihnya lewat film Perkawinan, Cinta Pertama (1974), Cinta (1976), Ibunda (1986), Tjoet Nja Dhien (1988), Noesa Penida (1998), dan Kuberikan Segalanya (1992).